Tingkatkan Eksistensi di Era Digital, Yayasan Prayoga Gelar Pelatihan Strategi Promosi Perpustakaan

Tingkatkan Eksistensi di Era Digital, Yayasan Prayoga Gelar Pelatihan Strategi Promosi Perpustakaan

PADANG – Dalam upaya memperkuat peran perpustakaan di tengah gempuran teknologi, Yayasan Prayoga menyelenggarakan kegiatan "Program Sabtu Wajib" yang ditujukan khusus bagi para tenaga pustakawan. Kegiatan yang berlangsung di SMA Don Bosco ini fokus pada pengembangan kompetensi pustakawan dalam menghadapi tantangan zaman.

Acara dibuka secara resmi oleh Bapak Martin, selaku Kabag Kepegawaian, Humas, dan Umum Yayasan Prayoga. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya adaptasi teknologi bagi pengelola informasi agar perpustakaan tetap menjadi jantung literasi yang relevan bagi generasi muda.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli, Bapak Andi Saputra, M.Kom., yang merupakan dosen dari Program Studi Informasi Perpustakaan dan Kearsipan (IPK) Universitas Negeri Padang (UNP). Dalam paparannya yang bertajuk "Strategi Promosi Perpustakaan di Era Digital", beliau membedah berbagai cara kreatif bagi pustakawan untuk "menjual" layanan perpustakaan melalui platform digital.

"Perpustakaan bukan lagi sekadar tempat menyimpan buku, melainkan ruang kreatif. Di era digital, pustakawan harus mampu memanfaatkan media sosial dan teknologi informasi agar program-program perpustakaan dapat menjangkau audiens yang lebih luas," ujar Pak Andi di hadapan para peserta.

Pelatihan ini diikuti oleh 12 orang pustakawan yang berada di bawah naungan Yayasan Prayoga. Meskipun jumlah peserta terbatas, sesi diskusi berlangsung interaktif. Para peserta diajak untuk mempraktikkan langsung strategi komunikasi visual dan manajemen konten digital yang efektif untuk instansi pendidikan mereka masing-masing.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para pustakawan di lingkungan Yayasan Prayoga dapat bertransformasi menjadi tenaga kependidikan yang inovatif dan mampu membawa perpustakaan sekolah menuju standar modern yang berbasis digital. (Jn)