Solok, Oktober 2025 — Tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (IPK) Vokasi Universitas Negeri Padang memulai kegiatan awal Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) BIMA yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) di Nagari Saniangbaka, Kabupaten Solok.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Revitalisasi Sanggar Tari Piring Tradisional Singo Barantai: Pelestarian Warisan Seni dan Budaya Minangkabau di Nagari Saniangbaka.” Program ini bertujuan untuk menghidupkan kembali peran Sanggar Singo Barantai sebagai pusat pembinaan seni tradisi, sekaligus memperkuat promosi budaya melalui pemanfaatan media digital.
Pada tahap awal kegiatan, tim melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) bersama pengurus sanggar dan tokoh masyarakat setempat. Diskusi ini membahas arah pengembangan sanggar, pentingnya pelestarian seni tari piring dalam konteks modern, serta strategi penguatan promosi melalui digitalisasi dan branding budaya.
Dalam kesempatan tersebut, Jeihan Nabila, dosen IPK Vokasi UNP, menyampaikan materi awal terkait pemasaran digital dan branding budaya sebagai bekal bagi anggota sanggar dalam mempromosikan kegiatan mereka secara mandiri di media sosial. Tim juga membantu pembuatan akun resmi media sosial sanggar sebagai langkah awal menuju promosi digital yang berkelanjutan.
Ketua pelaksana, Andi Saputra, M.Hum., menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pelestarian seni, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kapasitas digital. “Kami berharap kegiatan ini menjadi jembatan antara nilai tradisi dan kemajuan teknologi, agar seni Minangkabau tetap hidup dan dikenal luas,” ujarnya.
Program PKM BIMA ini akan berlanjut dengan serangkaian pelatihan, dokumentasi pertunjukan, dan publikasi karya seni sebagai bentuk nyata kolaborasi antara kampus dan masyarakat nagari. (jn)