PADANG – Sebagai wujud nyata komitmen terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan pengembangan keilmuan, para dosen Program Studi Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (IPK) Universitas Negeri Padang (UNP) sukses menerbitkan sejumlah buku akademik pada periode 2025–2026.
Langkah ini mempertegas peran akademisi IPK dalam menyediakan literatur berkualitas yang relevan dengan dinamika era digital dan pelestarian budaya lokal. Penerbitan ini diharapkan dapat menjadi rujukan utama bagi mahasiswa, praktisi informasi, serta masyarakat luas.
Inovasi Pengelolaan Informasi Digital dan Basis Data
Beberapa karya yang diterbitkan menyoroti aspek teknis dan manajerial dalam dunia perpustakaan modern. Andi Saputra, S.Kom., M.Kom., menjadi salah satu penulis produktif dengan meluncurkan buku berjudul "Repository Best Practices: Dari Perencanaan Hingga Diseminasi Konten". Buku ini mengupas tuntas tata kelola repositori digital yang menjadi aset vital bagi institusi pendidikan saat ini.
Selain itu, kolaborasi lintas pakar juga melahirkan buku "Manajemen Basis Data Perpustakaan Menggunakan Microsoft Access". Karya ini disusun oleh Andi Saputra, S.Kom., M.Kom., bersama Prof. Dr. Ambiyar, M.Pd., dan Dr. Riya Fatmawati, M.Hum. Buku ini dirancang sebagai panduan praktis bagi pengelola perpustakaan dalam memanfaatkan teknologi basis data untuk efisiensi layanan.
Menjawab Tantangan Layanan dan Pelestarian Pengetahuan
Memasuki era disrupsi, buku "Layanan Sumber Daya Informasi di Era Digital" hadir sebagai jawaban atas perubahan perilaku pemustaka. Buku ini merupakan hasil kolaborasi antara Andi Saputra, S.Kom., M.Kom., Malta Nelisa, S.Sos., M.Hum., dan Jehan Nabila, S.IIP., M.I.Kom. Fokus utamanya adalah bagaimana lembaga informasi dapat tetap relevan melalui layanan yang adaptif dan berbasis teknologi.
Tidak hanya fokus pada teknologi, Prodi IPK juga menunjukkan kepedulian pada aspek humaniora melalui buku "Preservasi Pengetahuan Seni Tradisi Masyarakat" karya Yona Primadesi, M.Hum. Buku ini membahas urgensi pendokumentasian dan pelestarian seni tradisional sebagai bagian dari memori kolektif bangsa yang harus dijaga dari kepunahan.
Kontribusi untuk Kualitas Pendidikan Vokasi
Koordinator Program Studi IPK menyatakan bahwa buku-buku ini telah diselaraskan dengan kurikulum dan mata kuliah yang diajarkan di Prodi IPK. "Kehadiran buku-buku ini adalah bentuk kontribusi nyata dosen dalam memperkaya referensi akademik. Kami ingin memastikan mahasiswa mendapatkan ilmu yang mutakhir dan sesuai dengan kebutuhan industri informasi saat ini," ujarnya.
Dengan terbitnya karya-karya ini, Prodi IPK UNP terus membuktikan eksistensinya sebagai pusat keunggulan di bidang informasi, perpustakaan, dan kearsipan, sekaligus mendorong budaya literasi dan publikasi di lingkungan kampus UNP. (Jn)