Meriah Bak Baralek Gadang, GLAM 2026 Resmi Dibuka

Meriah Bak Baralek Gadang, GLAM 2026 Resmi Dibuka

Padang, 12 Mei 2026 — Karantau madang di hulu, babuah babungo balun, marantau bujang dahulu, di rumah paguno balun. Pepatah Minang itu seolah terbantahkan sekaligus terkabulkan dalam waktu yang sama. Mahasiswa Program Studi Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (IPK) Sekolah Vokasi Universitas Negeri Padang (UNP) membuktikan bahwa berkarya tidak harus menunggu jauh di seberang lautan mereka mekar tepat di sini, di kampus, di tanah Minang sendiri.

Pada Senin, 12 Mei 2026, eksibisi bertajuk GLAM 2026 resmi digelar di Aula Fakultas MIPA UNP sebagai rangkaian kegiatan hari pertama. Mengusung tema "Pusako Sarumpun: Warisan Budaya Minangkabau Sebagai Inspirasi untuk Inovasi dan Persatuan bagi Dunia," kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara literasi, kearsipan, dan kebanggaan budaya dalam satu panggung akademik yang bermakna.

GLAM akronim dari Galleries, Libraries, Archives, and Museums merupakan implementasi mata kuliah penciri khas Prodi IPK yang diampu oleh Jeihan Nabila, S.IIP., M.I.Kom. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang kolaboratif yang mengintegrasikan teori dan praktik secara langsung melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek. Tiga pilar utama menjadi kerangka acaranya: Pameran Karya Mahasiswa, Workshop Edukatif, dan Lomba Story Map.

Sebanyak 64 karya mahasiswa angkatan 2023 dipamerkan dalam eksibisi ini meliputi produk informasi bertema perpustakaan, arsip, dan media sebagai buah dari proses pembelajaran yang diasah selama berbulan-bulan di bawah bimbingan seluruh dosen Prodi IPK. Setiap karya mencerminkan perpaduan antara ketajaman akademik dan kepekaan budaya yang menjadi identitas lulusan IPK.

Tepat pukul 09.00 WIB, acara dibuka dengan penampilan Tari Persembahan dari Sanggar Rentak Serunia Official yang menyambut para hadirin dengan gerak yang lentur dan penuh makna. Eksibisi kemudian diresmikan oleh Dr. Yudi Antomi, M.Si., Direktur Sekolah Vokasi UNP, yang mengapresiasi inisiatif mahasiswa IPK dalam menciptakan kegiatan akademik yang inovatif dan berdampak luas. Acara pembukaan ditandai dengan prosesi pemotongan pita secara simbolis.

Malta Nelisa, S. Sos., M.Hum., selaku Koordinator Program Studi Informasi, Perpustakaan dan Kearsipan (IPK), turut menyampaikan kebanggaannya atas kerja keras mahasiswa dan dosen pembimbing. Ia berharap GLAM dapat tumbuh menjadi agenda tahunan Prodi IPK bukan sekadar pameran kampus, tetapi jendela bagi masyarakat luas untuk mengenal Prodi IPK lebih dekat sekaligus jembatan antara kearifan lokal dan inovasi global.

Sesi Talkshow Inspiratif menjadi salah satu sorotan utama GLAM 2026. Narasumber yang hadir adalah Bung Edy Utama, seniman dan budayawan Minangkabau yang telah membawa budaya Minang melampaui batas negeri. Dalam pemaparannya, ia mengangkat konsep diplomasi budaya yang bersandar pada tiga kekuatan: berdiplomasi dengan bunyi, dengan rupa, dan dengan gerak.

Bung Edy mengisahkan perjalanan Talago Buni kelompok musik yang ia dirikan, berarti "mata air yang berbunyi" dari panggung yang nyaris tanpa perhatian di dalam negeri hingga tampil di World Expo dan disandingkan media internasional dengan musisi kelas dunia. Sebuah kisah nyata bahwa kebesaran tidak selalu dimulai dari pengakuan lokal. Talkshow dipandu oleh Callizki Chesa, alumni Prodi IPK UNP yang kini berkarier sebagai presenter Padang TV bukti konkret bahwa lulusan IPK mampu tampil memimpin di berbagai panggung profesional.

GLAM 2026 hari pertama ditutup dengan antusiasme yang tinggi dari peserta dan pengunjung. Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang terus berkembang membuktikan bahwa dari kampus Minangkabau, karya-karya berkelas dunia tengah dipersiapkan. Karena seperti kata pepatah: "Dima bumi dipijak, di situ langit dijunjung." (NF)