Membawa Suara Penyintas ke Panggung Internasional: Dr. Yona Primadesi Berbicara di JILF 2025

Membawa Suara Penyintas ke Panggung Internasional: Dr. Yona Primadesi Berbicara di JILF 2025

Padang, Desember 2025. Jakarta International Literary Festival (JILF) 2025 kembali menjadi ruang penting bagi dialog sastra internasional. Festival yang mempertemukan penulis, peneliti, kurator, dan pegiat literasi dari berbagai negara ini mengusung tema besar “Homeland in Our Bodies”

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Dr. Yona Primadesi, M.Hum., dari Program Studi Informasi, Perpustakaan dan Kearsipan, Sekolah Vokasi Universitas Negeri Padang, diundang sebagai salah satu pembicara dalam sesi bertajuk “The Voice of Witnesses.”

Sesi ini menghadirkan para pembicara yang karya dan penelitiannya berfokus pada kisah-kisah kesaksian, narasi pengalaman pribadi, arsip hidup, dan suara kelompok yang selama ini dibungkam.

Selain Dr. Yona Primadesi, sesi ini juga menghadirkan penulis Ida Fitri dan seorang Guru Besar Sejar dari Australia Catherina Mc Gregor, dan dipandu oleh Kurie Suditomo.

Diskusi bergerak pada isu utama narasi Kesaksian sebagai ruang penyintas dan peran sastra sebagai Memori Kolektif. Diskusi ini menegaskan bahwa sastra bukan hanya wilayah estetika, tetapi juga ruang kesaksian, ruang keberanian, dan ruang ingatan. Selain itu, dalam kegiatan Penutupan JILF, Yona Primadesi bersama 7 orang penulis lainnya membacakan Manifesto Solidaritas yang ditulis oleh semua pembicara dalam rangkaian JILF 2025 ini.

Kehadiran Dr. Yona Primadesi sebagai salah satu pembicara memperkuat kontribusi akademisi UNP dalam percakapan literasi dan sastra internasional, sekaligus membuka kesempatan kolaborasi baru dalam bidang literasi komunitas, kepustakawanan kreatif, dan studi naratif. (jn)