Mahasiswa Prodi IPK Tampil Menginspirasi di Ajang Internasional KLIBF 2025

Mahasiswa Prodi IPK Tampil Menginspirasi di Ajang Internasional KLIBF 2025

Kuala Lumpur, 1 Juni 2025 — Tiga mahasiswa Program Studi Informasi Perpustakaan dan Kearsipan (IPK), Sekolah Vokasi Universitas Negeri Padang (UNP), sukses tampil dalam Pentas Dunia Buku: Produk Unggulan Exhibition GLAM 2025, bagian dari rangkaian acara Kuala Lumpur International Book Fair (KLIBF) yang digelar di World Trade Centre Kuala Lumpur (WTCKL), Malaysia.

Acara yang berlangsung pada Ahad, 1 Juni 2025 pukul 14.00 waktu setempat di Aras 4, Dewan Merdeka WTCKL ini menjadi ajang unjuk karya inovatif bagi mahasiswa vokasi dari berbagai negara. Mahasiswa Prodi IPK tampil percaya diri mempresentasikan karya mereka yang menggabungkan unsur literasi, arsip, edukasi anak, dan teknologi informasi. Karya Inovatif Mahasiswa IPK adalah antara lain:

🔹 Edgina Janne Azzahra – Game Card Anak “Tebak Kelompok Biota”

“Saya ingin membuat media belajar yang bisa menyenangkan dan mengedukasi sekaligus. Anak-anak bisa bermain sambil belajar mengenal biota Indonesia, khususnya laut dan air tawar,” ujar Edgina.

🔹 Tirilla Jelisa Mahtami Sukhamda – Permainan Literasi Anak “Gigih si Garuda”

“Anak-anak berhak tahu apa itu parlemen dan demokrasi, tapi tentu dengan cara yang ramah usia. Maka saya rancang media bermain yang bisa mereka pahami dan nikmati,” jelas Tirilla.

🔹 Zacky Zhidan – Aplikasi Klasifikasi dan Retensi Arsip Digital

“Melalui aplikasi ini, saya ingin membantu lembaga seperti kepolisian agar pengelolaan arsip mereka lebih efisien dan tidak lagi bergantung pada sistem manual,” terang Zacky.

Presentasi berlangsung interaktif dan mendapat sambutan antusias dari audiens. Diskusi dipandu oleh Hafiz Latiff, konsultan buku dan kurator kandungan asal Malaysia. Ia mengapresiasi cara mahasiswa IPK mengemas informasi secara kreatif dan fungsional.

“Saya sangat kagum dengan keberanian dan orisinalitas ide mereka. Mereka bukan hanya datang dengan konsep, tapi dengan produk nyata yang bisa langsung digunakan. Ini semangat vokasional yang sesungguhnya,” ungkap Hafiz.

Keikutsertaan mahasiswa Prodi IPK dalam KLIBF 2025 menjadi wujud nyata komitmen Sekolah Vokasi UNP dalam menciptakan lulusan siap pakai dan mendunia. Tidak hanya menunjukkan kemampuan akademik dan praktikal, para mahasiswa juga mampu menjalin komunikasi lintas budaya, sekaligus memperkenalkan identitas intelektual dari Sumatera Barat kepada dunia.

“Kami belajar banyak, bukan hanya tentang presentasi dan produk, tapi juga tentang percaya diri, komunikasi, dan nilai budaya dari negara lain,” ungkap ketiganya setelah acara.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat semangat internasionalisasi dan kolaborasi pendidikan vokasi lintas negara, serta membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa untuk berkiprah secara global. (jn)