Dosen UNP, Andi Saputra, Bagikan Ilmu Literasi Digital Berbasis Kearifan Lokal Minangkabau di Padang Panjang

Dosen UNP, Andi Saputra, Bagikan Ilmu Literasi Digital Berbasis Kearifan Lokal Minangkabau di Padang Panjang

Padang Panjang, 11 Juni 2025 – Dosen Program Studi Informasi, Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Negeri Padang (UNP), Andi Saputra, S.Kom, M.Kom, hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan Lokakarya Literasi Digital Berbasis Kearifan Lokal Minangkabau. Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang di Aula Kantor Camat Padang Panjang Timur pada Rabu, 11 Juni 2025.

Lokakarya yang diikuti oleh 50 peserta ini, terdiri dari siswa sekolah menengah atas, praktisi perpustakaan, dan pegawai kantor kelurahan di lingkungan Pemerintah Kota Padang Panjang. Kehadiran para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap topik penting ini.

Kegiatan dibuka secara resmi dan dihadiri oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang, Camat Padang Panjang Timur, serta unsur pimpinan di lingkungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang.

Dalam sesinya, Andi Saputra menyampaikan dua materi utama yang relevan dengan kondisi saat ini: Pertama, ia menekankan pentingnya literasi digital di tengah banyaknya tantangan dan dampak negatif dalam berselancar di dunia digital. Andi Saputra menjelaskan bagaimana kemampuan literasi digital yang baik dapat membentengi individu dari hoaks, penipuan online, dan berbagai ancaman siber lainnya. Kedua, materi yang tak kalah menarik adalah implementasi nilai-nilai kearifan lokal Minangkabau dalam berliterasi digital, yang mengupas tuntas bagaimana falsafah Minangkabau, "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah", nilai-nilai luhur seperti kato nan ampek (empat jenis perkataan), falsafah gotong royong, basamo mangko manjadi, dan perilaku cadiak pandai (cerdik cendekia), dapat dijadikan pedoman dalam bersikap, bertutur kata, bertindak, dan berjejaring di media sosial. Ia mengajak peserta untuk menjadikan kearifan lokal sebagai filter dalam menyaring informasi dan berinteraksi di dunia maya, sehingga menciptakan ruang digital yang lebih positif dan konstruktif.

Diharapkan, melalui lokakarya ini, peserta dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan literasi digital mereka, sekaligus melestarikan serta menerapkan nilai-nilai luhur budaya Minangkabau dalam setiap aktivitas di dunia digital.