Kuala Lumpur, 1 Juni 2025 — Program Studi Informasi Perpustakaan dan Kearsipan (IPK), Sekolah Vokasi Universitas Negeri Padang (UNP), tampil sebagai salah satu panelis dalam acara Kuala Lumpur International Book Fair (KLIBF) 2025 yang digelar di World Trade Centre, Kuala Lumpur.
Acara ini menjadi ajang promosi dan pengenalan Prodi IPK UNP kepada masyarakat internasional, khususnya komunitas pendidikan dan literasi di Malaysia. Kegiatan berlangsung pada pukul 13.00 waktu setempat, dimulai dengan sesi pengenalan panelis, dilanjutkan dengan pemaparan profil dan keunggulan Prodi IPK UNP.
Turut hadir sebagai pembicara adalah empat dosen perwakilan Prodi IPK yaitu Malta Nelisa, M.Hum, Dr. Riya Fatmawati, M.Hum, Dr. Yona Primadesi, M.Hum, dan Jeihan Nabila, M.I.Kom. Mereka memperkenalkan visi, kurikulum, peluang kerja lulusan, hingga kerja sama riset dan mobilitas internasional. Kaprodi IPK menyampaikan bahwa Prodi IPK UNP menyiapkan mahasiswa untuk menjadi tenaga profesional di bidang dokumentasi, informasi, dan kearsipan—baik secara manual maupun digital.
“Kami tidak hanya membekali mahasiswa dengan teknologi digital, tetapi juga dasar-dasar klasifikasi dan preservasi arsip yang menjadi fondasi pengelolaan informasi masa depan,” ungkapnya dalam sesi diskusi panel.
Kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement antara Program Studi Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan Sekolah Vokasi Universitas Negeri Padang dan Kuras Buku Publishing, Malaysia, yang mencakup kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Langkah strategis ini diharapkan memperluas jejaring kolaborasi literasi dan pendidikan vokasi lintas negara, serta menjadi momentum penting dalam mendorong internasionalisasi Prodi IPK Sekolah Vokasi UNP dan memperkuat branding akademik di kawasan Asia Tenggara. (jn)