Padang Panjang – Mahasiswa Program Studi Informasi Perpustakaan dan Kearsipan (IPK), Sekolah Vokasi Universitas Negeri Padang (UNP) angkatan 2025 melaksanakan kegiatan kuliah lapangan mata kuliah Komunikasi Multimedia di Kota Padang Panjang pada Jumat, 30 Oktober 2026. Kegiatan ini mengusung tema besar “The Living Archive” sebagai bagian dari pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan keterampilan produksi multimedia dengan upaya dokumentasi dan pelestarian sejarah serta memori kolektif masyarakat.
Kegiatan diawali dengan kunjungan ke Museum Bustanul Arifin, Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM). Museum dengan arsitektur khas Rumah Gadang ini menjadi lokasi awal bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat kekayaan dokumentasi sejarah dan budaya Minangkabau. Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam mengamati bagaimana informasi dan warisan budaya disimpan, dikelola, serta disajikan kepada masyarakat.
Setelah kunjungan ke PDIKM, mahasiswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok untuk melakukan penelusuran ke berbagai lokasi bersejarah di Kota Padang Panjang. Masing-masing kelompok bertugas mengumpulkan data berdasarkan 12 tema proyek video dokumenter yang telah ditentukan sebelumnya. Sebelum pelaksanaan kuliah lapangan, setiap kelompok telah menyusun rancangan storyboard dalam pertemuan perkuliahan sebagai panduan pengambilan gambar dan pengembangan cerita dokumenter.
Di lokasi yang telah ditentukan, mahasiswa melakukan pengambilan gambar atau footage video, observasi lapangan, serta wawancara dengan narasumber yang relevan dengan tema masing-masing. Proses ini memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengidentifikasi sumber informasi, menggali cerita dan sejarah lokal, melakukan wawancara, serta mengolah informasi menjadi materi audiovisual yang memiliki nilai dokumentasi.
Tema “The Living Archive” dipilih untuk menekankan bahwa arsip dan dokumentasi tidak hanya terbatas pada dokumen tertulis atau benda yang disimpan dalam ruang penyimpanan. Cerita, pengalaman, ingatan, tradisi, tempat bersejarah, dan pengetahuan yang hidup di tengah masyarakat juga merupakan bagian penting dari sumber informasi yang perlu direkam dan dilestarikan.
Melalui proyek ini, mahasiswa diajak untuk melihat bahwa setiap lokasi memiliki cerita, setiap narasumber menyimpan pengalaman, dan setiap dokumentasi dapat menjadi bagian dari rekam jejak sejarah suatu masyarakat. Video dokumenter yang dihasilkan diharapkan mampu menghadirkan kembali cerita-cerita tersebut dalam bentuk audiovisual yang informatif, menarik, dan dapat diakses oleh masyarakat luas.
Seluruh video dokumenter yang diproduksi oleh kelompok mahasiswa akan menjadi salah satu komponen penilaian akhir mata kuliah Komunikasi Multimedia. Namun, proyek ini tidak berhenti sebagai tugas akademik semata. Karya-karya tersebut direncanakan akan ditayangkan dalam kegiatan pameran GLAM 2027 (Galleries, Libraries, Archives, and Museums) yang diselenggarakan oleh Prodi IPK Sekolah Vokasi UNP pada tahun mendatang.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman teknis dalam produksi video, tetapi juga belajar menggali informasi, membangun komunikasi dengan narasumber, memahami konteks sejarah dan budaya, serta mengemas pengetahuan lokal menjadi produk multimedia. Proses pembelajaran ini sekaligus memperkuat keterkaitan antara kompetensi komunikasi multimedia dengan bidang informasi, perpustakaan, dan kearsipan.
Kuliah lapangan dengan tema “The Living Archive” menjadi salah satu upaya Prodi IPK Sekolah Vokasi UNP dalam menghadirkan pembelajaran vokasi yang kontekstual, kreatif, dan berorientasi pada produk nyata. Melalui karya dokumenter mahasiswa, cerita dan memori lokal diharapkan tidak hanya menjadi ingatan masyarakat, tetapi juga terdokumentasi dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. (jn)