Padang – Mahasiswa Program Studi Informasi Perpustakaan dan Kearsipan (IPK), Sekolah Vokasi Universitas Negeri Padang (UNP), mengikuti kegiatan Telusur Setting dalam Novel Siti Nurbaya pada 27 September 2026 di Kota Padang. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran di luar kampus yang mengajak peserta mengenal lebih dekat hubungan antara karya sastra, sejarah, dan ruang budaya melalui penelusuran langsung lokasi-lokasi yang menjadi latar dalam novel legendaris karya Marah Rusli, Siti Nurbaya.
Dalam kegiatan tersebut, Prodi IPK mengikutsertakan lima mahasiswa, yaitu Muthia Khairunnisa, Lexsa Maharani, Abi Dzikri Hadzami, M. Nur Falah Astra Solpa, dan Fauza Busra Pratama, dengan didampingi oleh dosen Prodi IPK, Jeihan Nabila.
Kegiatan telusur sastra ini menghadirkan pengalaman berbeda dalam memahami sebuah karya sastra. Peserta diajak mengunjungi sejumlah lokasi di Kota Padang yang memiliki keterkaitan dengan latar cerita novel Siti Nurbaya, di antaranya kawasan Sekolah Belanda, permukiman bangsawan, Pasar Gadang, rumah Datuk Maringgih, hingga Gunung Padang.
Penelusuran dilakukan dengan menggunakan kendaraan odong-odong yang membawa peserta menyusuri lokasi-lokasi bersejarah tersebut. Di setiap titik kunjungan, peserta mendapatkan penjelasan mengenai keterkaitan lokasi dengan cerita dalam novel, disertai pembacaan kutipan karya sastra. Pendekatan ini memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai latar tempat, kehidupan sosial, dan suasana Kota Padang yang direpresentasikan dalam karya Marah Rusli.
Selain penelusuran lokasi, rangkaian kegiatan juga diisi dengan bincang buku, orasi sastra, musikalisasi puisi, pembacaan puisi, dan monolog. Beragam aktivitas tersebut dirancang untuk mendekatkan sastra kepada masyarakat melalui pendekatan yang lebih interaktif dan menyenangkan.
Keikutsertaan mahasiswa Prodi IPK dalam kegiatan ini memberikan pengalaman pembelajaran lintas disiplin, khususnya dalam memahami hubungan antara informasi, dokumentasi, sejarah lokal, dan pelestarian warisan budaya. Lokasi-lokasi yang menjadi latar karya sastra dapat dipandang sebagai sumber informasi sejarah dan budaya yang memiliki nilai dokumenter serta penting untuk dikenalkan kepada generasi muda.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengenal novel Siti Nurbaya sebagai sebuah karya sastra, tetapi juga melihat bagaimana cerita dan latar yang dibangun penulis memiliki keterkaitan dengan ruang, sejarah, dan kehidupan masyarakat Kota Padang.
Partisipasi Prodi IPK Sekolah Vokasi UNP dalam kegiatan Telusur Jejak Sastra ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai pemanfaatan sumber informasi berbasis sejarah dan budaya lokal, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian warisan budaya Minangkabau melalui berbagai bentuk dokumentasi dan kegiatan literasi. (jn)