Padang – Program Studi Informasi Perpustakaan dan Kearsipan (IPK), Sekolah Vokasi Universitas Negeri Padang (UNP), menyelenggarakan kegiatan Kuliah Dosen Praktisi secara daring pada Jumat, 23 Oktober 2026. Kegiatan ini menghadirkan Fredo Lega Yugastian, Operation Manager PT Solusi Arsip Indonesia (SAI), sebagai praktisi di bidang pengelolaan dan penataan arsip.
Kuliah praktisi mengangkat tema “Optimalisasi Pemberkasan dan Penataan Arsip untuk Temu Kembali yang Efektif”. Kegiatan diawali dengan pengantar dari Ketua Program Studi IPK, Malta Nelisa, M.Hum. Dalam pengantarnya, Kaprodi menyampaikan pentingnya menghadirkan praktisi dari dunia industri ke dalam proses pembelajaran agar mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penerapan ilmu kearsipan di dunia kerja. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat menghubungkan konsep dan teori yang diperoleh di perkuliahan dengan praktik pengelolaan arsip secara langsung di lingkungan profesional.
Dalam pemaparannya, Fredo Lega Yugastian membahas pentingnya pemberkasan dan penataan arsip yang sistematis untuk mendukung efektivitas temu kembali informasi. Pengelolaan arsip tidak hanya berorientasi pada penyimpanan dokumen, tetapi juga membutuhkan prosedur, klasifikasi, dan sistem penataan yang tepat agar arsip dapat ditemukan kembali secara cepat dan sesuai kebutuhan.
Materi yang disampaikan memberikan gambaran mengenai tantangan pengelolaan arsip di lingkungan organisasi maupun industri jasa kearsipan. Pengalaman praktisi dalam menangani pengelolaan arsip menjadi nilai tambah bagi mahasiswa untuk memahami kebutuhan kompetensi tenaga profesional di bidang kearsipan.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa menunjukkan antusiasme dengan mengajukan sejumlah pertanyaan terkait praktik pengelolaan arsip, di antaranya mengenai bagaimana menentukan sistem pemberkasan yang tepat untuk organisasi dengan volume arsip yang besar, bagaimana menangani arsip yang belum memiliki klasifikasi, serta bagaimana memastikan arsip dapat ditemukan kembali dengan cepat dan akurat.
Pertanyaan lainnya juga mengarah pada tantangan pengelolaan arsip digital, termasuk bagaimana menjaga keamanan dan aksesibilitas arsip serta bagaimana penerapan sistem penataan arsip dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing organisasi. Diskusi ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami berbagai persoalan nyata yang dihadapi praktisi sekaligus memperluas perspektif mengenai perkembangan bidang kearsipan.
Penyelenggaraan kuliah dosen praktisi ini merupakan salah satu upaya Prodi IPK Sekolah Vokasi UNP dalam memperkuat keterkaitan antara pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Kolaborasi dengan PT Solusi Arsip Indonesia diharapkan dapat memperkaya wawasan profesional mahasiswa, meningkatkan pemahaman terhadap praktik pengelolaan arsip, serta mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.
Melalui kegiatan ini, Prodi IPK Sekolah Vokasi UNP terus mendorong pembelajaran yang aplikatif dengan menghadirkan pengalaman dan pengetahuan praktis dari para profesional. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami konsep kearsipan secara akademis, tetapi juga memiliki gambaran nyata mengenai penerapannya dalam lingkungan kerja. (jn)