Sawahlunto — Program Studi Informasi, Perpustakaan dan Kearsipan (IPK) Sekolah Vokasi Universitas Negeri Padang (UNP) kembali mendapat kepercayaan untuk berkontribusi dalam pengembangan literasi daerah. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sawahlunto menggelar Workshop Resensi Buku dan Video sekaligus Penjurian Lomba Resensi Tingkat SMP dan SMA se-Kota Sawahlunto Tahun 2026, dengan menghadirkan dua dosen Prodi IPK UNP, yaitu Dr. Yona Primadesi, M.Hum dan Jeihan Nabila, S.IIP., M.I.Kom., sebagai narasumber sekaligus dewan juri.
Workshop berlangsung selama dua hari, pada 18–19 Agustus 2026, diikuti oleh peserta perwakilan tingkat SMP dan SMA se-Kota Sawahlunto. Materi yang disampaikan mencakup pelatihan penulisan resensi buku maupun resensi video, membekali peserta dengan keterampilan mengulas karya bacaan baik dalam bentuk tulisan maupun sajian audiovisual.
Selain kedua dosen Prodi IPK UNP tersebut, kegiatan ini juga menghadirkan Dr. Dian Hasfera, M.I.Kom., Dosen Program Studi Informasi, Perpustakaan, dan Ilmu Informasi (IPII) UIN Imam Bonjol Padang, sebagai narasumber sekaligus juri, melengkapi kolaborasi tiga narasumber dari dua perguruan tinggi berbeda.
Setelah workshop, tahapan berikutnya adalah penjurian karya resensi yang dijadwalkan berlangsung pada 3 September 2026. Para juri akan menilai karya-karya resensi buku dan video yang dihasilkan peserta dari tingkat SMP dan SMA. Adapun pengumuman pemenang lomba rencananya akan disampaikan pada rangkaian Festival Literasi yang akan digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sawahlunto.
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sawahlunto dalam mendorong tumbuhnya budaya literasi dan kreativitas di kalangan pelajar, sekaligus menumbuhkan kebiasaan membaca kritis melalui kegiatan menulis dan menyajikan resensi. Dengan menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, peserta diharapkan memperoleh pembekalan yang lebih terarah dan berstandar keilmuan yang baik.
Keterlibatan dosen Prodi IPK Sekolah Vokasi UNP dalam kegiatan ini menjadi bentuk nyata pengakuan atas kompetensi tenaga pengajar Prodi IPK, sekaligus mempertegas sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem literasi di Sumatera Barat. Kegiatan ini juga merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dharma pengabdian kepada masyarakat. (jn)