Solok – Dosen Program Studi Informasi Perpustakaan dan Kearsipan (IPK), Sekolah Vokasi Universitas Negeri Padang (UNP), melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui skema Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) pada Kamis, 17 September 2026, bertempat di Kantor Wali Nagari Saniang Baka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Kegiatan ini mengangkat tema “Produksi Video Dokumenter Bencana Hidrometeorologi Banjir Bandang sebagai Media Edukasi dan Penguatan Resiliensi Masyarakat Nagari Saniang Baka.”
Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Jeihan Nabila, S.IIP., M.I.Kom., dengan anggota tim yang terdiri atas Dr. Ridha Hasnul Ulya, S.Pd., M.Pd., Hadiastuti, S.Pd., M.Pd., dan Sheanny Ocmi Sakti, S.Ds., M.Sn. Pelaksanaan program ini juga melibatkan tiga mahasiswa Program Studi Informasi Perpustakaan dan Kearsipan, yaitu Muhammad Gusdi Safari, Nur Fadhilah, dan Ahmad Sumargono, serta berkolaborasi dengan Pemerintah Nagari Saniang Baka sebagai mitra kegiatan.
Program pengabdian ini dilatarbelakangi oleh bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang yang melanda Nagari Saniang Baka pada akhir tahun 2025. Berdasarkan data pemerintah nagari, bencana tersebut mengakibatkan 23 unit rumah hanyut, tiga jembatan terputus, satu bangunan Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah roboh, puluhan rumah dan rumah ibadah terendam lumpur, serta ratusan hektare sawah tertimbun material sedimen. Peristiwa tersebut tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga meninggalkan pengalaman dan ingatan masyarakat yang penting untuk didokumentasikan sebagai bahan pembelajaran kebencanaan.
Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian melakukan pengumpulan dan kurasi berbagai dokumentasi foto dan video yang dimiliki masyarakat maupun sumber lainnya. Kegiatan juga mencakup pengambilan gambar kondisi pascabencana, wawancara dengan warga terdampak dan tokoh masyarakat, serta pengambilan gambar udara menggunakan drone. Seluruh bahan dokumentasi tersebut kemudian diolah melalui proses penyusunan alur cerita (storyline), penulisan naskah, penyuntingan video, pengisian narasi suara (voice over), dan penambahan subtitle hingga menghasilkan video dokumenter.
Video dokumenter tersebut diproduksi tidak sekadar sebagai rekaman peristiwa, tetapi juga sebagai bentuk pelestarian memori kolektif masyarakat. Melalui dokumentasi audiovisual, pengalaman warga, dampak bencana, proses pemulihan, serta nilai-nilai gotong royong masyarakat diharapkan dapat tersimpan dan menjadi sumber pembelajaran bagi generasi mendatang.
Puncak kegiatan dilaksanakan melalui diseminasi dan penyerahan produk video dokumenter kepada Pemerintah Nagari Saniang Baka. Penyerahan video diterima langsung oleh Wali Nagari Saniang Baka, Ir. Dakhpriadi, M.Si. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Pemuda, Kerapatan Adat Nagari (KAN), Bundo Kanduang, mahasiswa, serta masyarakat yang terdampak dan terlibat dalam proses pembuatan video dokumenter.
Dalam sambutannya, Wali Nagari Saniang Baka mengapresiasi kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam mendokumentasikan peristiwa banjir bandang. Ia menilai pelibatan tokoh adat dan Bundo Kanduang dalam video dokumenter menjadi hal penting karena pesan mitigasi bencana akan lebih mudah diterima masyarakat apabila disampaikan dengan pendekatan kearifan lokal dan nilai-nilai adat Minangkabau.
Ketua pelaksana, Jeihan Nabila, menjelaskan bahwa penyerahan video dokumenter tersebut merupakan bentuk pengembalian hasil dokumentasi kepada masyarakat agar dapat dimanfaatkan secara luas.
“Video dokumenter ini kami serahkan agar menjadi milik masyarakat Saniang Baka. Video ini adalah media edukasi visual agar generasi muda dan masyarakat luas dapat belajar dari peristiwa yang pernah terjadi, sekaligus memahami pentingnya resiliensi atau ketangguhan dalam menghadapi bencana,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi materi kesiapsiagaan dan mitigasi bencana yang disampaikan oleh Dr. Ridha Hasnul Ulya, M.Pd.. Materi yang disampaikan mencakup siklus mitigasi bencana, mulai dari tahap prabencana berupa kesiapan dan peringatan dini, saat bencana melalui evakuasi dan penyelamatan diri, hingga pascabencana yang meliputi pemulihan psikologis dan fisik.
Dalam pemaparannya, narasumber menekankan bahwa resiliensi masyarakat tidak hanya dibangun melalui kesiapan infrastruktur fisik, tetapi juga melalui kesiapan mental dan pengetahuan yang tertanam kuat di lingkungan keluarga dan masyarakat. Pemahaman mengenai langkah-langkah menghadapi bencana menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang tangguh dan mampu beradaptasi terhadap risiko bencana.
Melalui kegiatan ini, tim PKM UNP berharap video dokumenter yang telah dihasilkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh Pemerintah Nagari Saniang Baka sebagai media dokumentasi sejarah, sumber informasi, dan sarana edukasi kebencanaan. Dokumentasi tersebut juga diharapkan dapat memperkuat memori kolektif masyarakat serta meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan kontribusi keilmuan Program Studi Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Sekolah Vokasi UNP dalam pengelolaan informasi, dokumentasi audiovisual, dan pelestarian memori kolektif masyarakat. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, program PPUB ini menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan tridarma perguruan tinggi yang berorientasi pada kebutuhan dan kebermanfaatan bagi masyarakat. (jn)