KULIAH LAPANGAN DI PTPN IV: MAHASISWA PJSIG UNP DALAMI GEOLOGI DAN INDUSTRI AGRO DI KAWASAN DANAU KEMBAR
Solok, 27 Mei 2025 — Dalam rangkaian kegiatan Survey Cepat Terintegrasi yang dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (PJSIG), Sekolah Vokasi Universitas Negeri Padang (UNP), hari kedua dimanfaatkan untuk menggelar kuliah lapangan langsung di wilayah operasional PTPN IV Regional IV Kebun Danau Kembar.
Kuliah lapangan ini dipimpin langsung oleh Direktur Sekolah Vokasi UNP, Dr. Yudi Antomi, M.Si., yang memaparkan materi tentang fenomena geologi kawasan Solok, khususnya dampak Sesar Semangko dalam membentuk morfologi dataran tinggi dan keberadaan tiga danau ikonik: Danau Di Atas, Danau Di Bawah, dan Danau Talang. Dijelaskan bahwa formasi danau-danau ini merupakan hasil interaksi antara aktivitas tektonik (patahan) dan vulkanik (erupsi Gunung Talang), yang membentuk cekungan air alami dan memberikan kontribusi besar terhadap ketersediaan air, kesuburan tanah, dan keberlanjutan lanskap agroindustri.
“Kawasan ini adalah saksi dari dinamika bumi. Proses geologi yang kompleks selama ribuan tahun justru melahirkan peluang besar bagi manusia, salah satunya melalui kesuburan lahan yang kini menjadi tulang punggung sektor agro,” jelas Dr. Yudi saat membuka sesi lapangan.
Turut memberikan materi, Dr. Helfia Edial, M.T., dosen senior PJSIG yang ahli di bidang hidrogeologi. Beliau menekankan pentingnya pemahaman geologi dan airtanah dalam mendukung produktivitas kawasan perkebunan dan konservasi sumber daya alam.
Selain kedua pemateri utama tersebut, dosen-dosen lain dari PJSIG juga memberikan pendekatan dari berbagai latar belakang keilmuan seperti: kajian fisika dalam penginderaan jauh, teknik pengolahan citra digital, analisis residu pestisida sebagai dampak pertanian dataran tinggi, serta penggunaan teknologi pemetaan cepat berbasis UAV (drone). Tak hanya aspek biofisik dan spasial, diskusi juga mencakup permasalahan dan potensi pengembangan wilayah perdesaan serta permukiman di kawasan dataran tinggi, yang erat kaitannya dengan aksesibilitas, pelayanan dasar, dan keberlanjutan lingkungan. Pendekatan lintas bidang ini memperkaya wawasan mahasiswa dalam melihat kawasan agroindustri sebagai satu sistem spasial yang kompleks namun dapat dipetakan secara presisi dan cepat.
Setelah sesi kuliah lapangan, mahasiswa akan disebar ke beberapa titik lokasi survei dan dibagi ke dalam tim tematik. Tiap tim bertugas mengumpulkan data lapangan sesuai fokus seperti vegetasi, lereng, aksesibilitas, infrastruktur, hidrologi, survey pemetaan cepat UAV, dan aspek keruangan lainnya. Seluruh data yang dikumpulkan akan diolah dan dianalisis pada malam hari secara intensif, dengan pendampingan langsung dari dosen untuk menghasilkan luaran berupa peta tematik, tabel klasifikasi, dan laporan visual berbasis SIG dan penginderaan jauh (dy).