Perkembangan teknologi sangat mempengaruhi pertumbuhan industri di Indonesia. Hal ini dikarenakan masyarakat yang terus mengubah gaya hidupnya. Salah satunya adalah kesadaran akan kecantikan dan personal care. Sehingga kebutuhan masyarakat akan kosmetik memberikan pengaruh yang cukup signifikan dalam pertumbuhan industri kosmetik. Berkembangnya industri kosmetik, ternyata juga berdampak terhadap masyarakat Sumatera Barat, khususnya Kota Padang. Dimana industri kecil dan menengah (IKM) kosmetik telah merebak di Kota Padang. Sehingga banyak bermunculan jenis kosmetik di pasaran, salah satunya adalah kosmetik berlabel halal yang diminati masyarakat. Namun, tidak hanya berlabel halal saja produk kosmetik yang beredar di pasaran saat ini, tapi juga ada beberapa jenis produk kosmetik yang tidak sehat dan berkualitas kurang baik. Sehingga ada trend gaya hidup “back to nature” semakin meningkat, di mana kepercayaan masyarakat terhadap senyawa aktif dari bahan alam relatif lebih aman dibandingkan senyawa – senyawa sintetik.
Sumatera Barat juga masih memiliki cagar alam yang indah, dan berbagai jenis tanaman-tanaman yang berpotensi sebagai bahan baku kosmetik dan untuk mengolahnya diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang terampil. Namun, karena keterbatasan sumber daya manusia. Perlu dilakukan percepatan perwujudan sumber daya manusia Sumatera Barat khususnya Padang dan provinsi tetangga umumnya, untuk memenuhi itu, Maka Sekolah Vokasi Universitas Negeri Padang (UNP) memiliki kesempatan dalam pengembangan dan pengusulan pembukaan program studi “D4 Teknologi Kosmetik” dalam penyerapan tenaga kerja yang kompeten untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dan pembukaan prodi ini juga di dukung berdasarkan data sekolah tinggi di LLDIKTI Wilayah X, yang menyatakan bahwa prodi ini “belum ada”. (https://lldikti10.kemdikbud.go.id ).
Keberlanjutan program studi D4 Teknologi Kosmetik akan dapat dipertahankan, karena pendukung Sekolah Vokasi Universitas Negeri Padang memiliki sarana dan prasarana seperti gedung perkuliahan, perpustakaan, labor komputer dan internet, pengalaman pengelolaan (manajemen) dan tenaga dosen serta administrasi yang relatif cukup dan berpengalaman. Berdasarkan perkembangan jumlah peminat program studi pembanding dan didukung dengan belum adanya program studi yang sama pada wilayah LLDIKTI wilayah X , diperkirakan 5-10 tahun ke depan program studi ini memiliki peluang yang besar, karena peminat yang jelas baik dari berbagai latar belakang pendidikan. Hal ini juga didukung oleh keterangan Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika Indonesia (PPA kosmetika Indonesia), pertumbuhan jumlah industri kosmetik mencapai 21,9 %, yakni 913 perusahaan pada tahun 2022 dan pertengahan 2023 sebanyak 1.010 perusahaan. Kebutuhan akan perawatan dan kecantikan di prediksi akan terus meningkat sebesar 3.57% antara 2023 dan 2027. Terlebih lagi, sasaran pembangunan tenaga kerja industri adalah peningkatan penyerapan tenaga kerja industri rata-rata sebesar 3,2 persen per tahun selama periode 2015-2035 dengan komposisi tenaga kerja manajerial sebesar 12% (dua belas persen) dan tenaga kerja teknis sebesar 88% (delapan puluh delapan persen) yang dapat diisi oleh lulusan dari D4 Teknologi Kosmetik