Sejarah

Sejarah Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis

Program Studi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (PJSIG) merupakan kelanjutan dari Program Diploma 3 (D3) Teknologi Penginderaan Jauh (TPJ), yang telah berdiri sejak awal untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga ahli di bidang geospasial. Seiring perkembangan zaman dan kebutuhan industri yang semakin kompleks, pada tahun 2022, program D3 TPJ di-upgrade menjadi Program Sarjana Terapan (D4) dengan nama PJSIG.

Program D4 PJSIG dirancang untuk mencakup keahlian dalam penginderaan jauh (PJ) dan sistem informasi geografis (SIG), sesuai dengan jenjang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) level 6. Fokusnya adalah menghasilkan lulusan dengan kompetensi tinggi di bidang geospasial, yang mampu mengintegrasikan teknologi penginderaan jauh, analisis spasial, dan SIG untuk memberikan solusi berbasis data dalam berbagai sektor, seperti lingkungan, kebencanaan, infrastruktur, dan tata ruang.

Pada tahun 2023, untuk memperkuat orientasi pendidikan vokasi dan meningkatkan relevansi dengan kebutuhan industri, Prodi PJSIG secara resmi dialihkan ke Sekolah Vokasi. Langkah ini memungkinkan prodi untuk mengadopsi pendekatan pembelajaran yang lebih praktis dan kolaboratif, termasuk program magang industri, pelatihan berbasis kasus nyata, dan kerja sama dengan mitra profesional.

Sejak itu, Prodi PJSIG terus berkembang menjadi salah satu program unggulan di bidang geospasial, dengan visi menghasilkan sumber daya manusia berkualitas yang siap bersaing di tingkat nasional dan global. Prodi ini tetap berkomitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan vokasi yang inovatif dan berbasis kebutuhan industri.