How to Tell, How to Sell": Prodi Animasi UNP Bekali Mahasiswa dengan Ilmu Komunikasi dan Bisnis Bersama Praktisi

How to Tell, How to Sell": Prodi Animasi UNP Bekali Mahasiswa dengan Ilmu Komunikasi dan Bisnis Bersama Praktisi

PADANG – Program Studi Animasi Sekolah Vokasi Universitas Negeri Padang (UNP) berhasil menyelenggarakan Kuliah Industri bertema "How to Tell, How to Sell" pada Selasa, 25 November 2025. Acara yang bertempat di Ruang Serbaguna Fakultas Teknik (FT) UNP ini menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk mengasah soft skill yang krusial di dunia industri kreatif: kemampuan bercerita (storytelling) dan penjualan (selling).

Kuliah industri ini diadakan untuk menjembatani kesenjangan antara kemampuan teknis artistik yang dimiliki mahasiswa dengan kebutuhan pasar kerja.

Koordinator Program Studi Animasi, Sheanny Ocmi Sakti, S.Ds, M.Sn., dalam sambutannya menegaskan bahwa lulusan vokasi tidak hanya harus unggul di belakang layar, tetapi juga harus berani tampil di depan.

"Karya yang bagus saja tidak cukup. Mahasiswa animasi harus memiliki kemampuan 'How to Tell' untuk menyampaikan pesan karyanya, dan 'How to Sell' agar karya tersebut memiliki nilai ekonomi dan bisa diterima pasar," ujar Sheanny, menekankan pentingnya komunikasi dan nilai jual.

Menghadirkan Perspektif Wirausaha dan Korporasi

Untuk memberikan wawasan yang komprehensif, acara ini menghadirkan dua narasumber kompeten:


  1. Dhanni Hariyona, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumatera Barat.
  2. Ditto Djesmedi, Account Manager PLN Icon Plus Sumatera Barat.


Diskusi interaktif yang dipandu oleh Dosen Prodi Animasi, Bayu R. Fajri, M.Ds, berhasil memancing antusiasme peserta.

Dhanni Hariyona berfokus pada pembangunan mentalitas pengusaha (entrepreneur mindset). Ia memotivasi mahasiswa agar berani menjadi creativepreneur, mengemas ide kreatif menjadi Intellectual Property (IP) yang memiliki nilai jual tinggi. "Animasi adalah solusi komunikasi visual. Kalian harus percaya diri menjual keahlian tersebut," tegasnya.

Sementara itu, Ditto Djesmedi berbagi wawasan dari sisi korporasi dan manajemen klien. Ia membahas strategi komunikasi profesional dan pentingnya membangun jejaring (networking) yang kuat. Menurutnya, kemampuan telling atau komunikasi yang baik adalah kunci untuk membangun kepercayaan dengan klien.

Antusiasme mahasiswa terlihat jelas dalam sesi tanya jawab, di mana mereka aktif menggali ilmu tentang tips menghadapi klien, cara menentukan harga karya, hingga strategi personal branding bagi lulusan baru.

Kuliah industri "How to Tell, How to Sell" ini diharapkan menjadi pengingat bagi mahasiswa Animasi UNP bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari hard skill menggambar, tetapi juga dari kepiawaian dalam komunikasi dan negosiasi bisnis.


Tagar: #ProdiAnimasiUNP #KuliahIndustri #HowToTellHowToSell #SoftSkillPenting #UNPVokasi